Perancangan Jaringan Hotspot Menggunakan Metode Random Sampling Di SMA Muhammadiyah Bangkinang

Authors

  • Ery Safrianti Universitas Riau
  • Linna Oktaviana Sari Program Studi Teknik Informatika, Universitas Riau
  • Ramy Azzahran Program Studi Teknik Informatika, Universitas Riau
  • R.A Rizka Qori Yuliani Putri Program Studi S1 Teknik Elektro, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.65794/J.Electo.1.01.34-44

Keywords:

Access point, Hotspot, RSSI, Ekahau Site Survey, InSSIDer, Random Sampling

Abstract

Hotspot adalah sebuah tempat yang disediakan untuk mengakses internet tanpa menggunakan kabel. Jaringan hotspot membutuhkan sebuah perangkat access point  yang berfungsi sebagai pemancar jaringan. SMA Muhammadiyah Bangkinang menggunakan internet Indihome dengan satu router jenis Huawei HG8245H5 sebagai pemancar dengan jangkauan sekitar 25 meter dan bandwith sebesar 40 MBps. Penggunaan internet di SMA Muhammadiyah mengalami kendala yaitu jangkauan intenet yang tidak merata pada gedung belajar. Hal ini tentu saja dapat mengganggu proses belajar mengajar karena penggunaan jaringan internet yang kurang maksimal sebagai media belajar. Oleh karena itu dibutuhkan perancangan jaringan hotspot dengan menggunakan metode random sampling dan coverage visualization. Perancangan jaringan hotspot juga menggunakan aplikasi Ekahau Site Survey dan InSSIDer. Jaringan hotspot dibuat menggunakan fitur hotspot yang ada pada mikrotik dengan menggunakan access point sebagai pemancar, ada 3 jenis user untuk login hotspot yaitu Admin, Guru, dan Siswa. Penempatan access point menggunakan aplikasi Ekahau Site Survey dapat memetakan jangkauan dari access point. Hasilnya setelah dilakukan perancangan jaringan hotspot, beberapa ruangan yang sebelumnya tidak terjangkau jaringan sudah mendapatkan jaringan. Setelah ditambahkan 2 access point yang berada di kelas XI IPA dan X IPS maka ruangan yang sebelumnya tidak tercover jaringan sudah tercover oleh jaringan dengan nilai RSSI <-45dBm.  Sebelumnya ruangan tersebut memiliki nilai Receive Signal Strength Indicator (RSSI) sekitar -80dBm dan setelah dilakukan perancangan jaringan hotspot ruangan tersebut mengalami peningkatan dengan nilai rata rata RSSI di bawah -50 dBm. Nilai ini masuk dalam kategori sangat bagus berdasarkan standar TIPHON.

References

[1] Sofana, Iwan. 2008. Membentuk Jaringan Peer toPeer Menggunakan Kabel Firewire Iee-1394 dengan Metode Bride, Jurnal Ilmiah Saintikom Vol. 13, No. 2, STMIK Triguna Dharma, pp 107-120.

[2] Putra, Tri. S. J., Indrastanti R., W. 2018. Analisis Kualitas Signal Wireless Berdasarkan Received Signal Strength Indicator (RSSI) pada Universitas Kristen Satya Wacana, Jurnal JEB Vol. 3, No. 2, Universitas Kristen Satya Wacana, pp 1-22.

[3] Tajuni, Faruq. 2020. Optimalisasi Wireless LAN 2,4 GHZ di Gedung Terminal Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Berdasarkan Cakupan Area dan Kapasitas Pengguna, Jurnal Sijalu Vol. 2, No. 2, Universitas Semarang, pp 1-91.

[4] Nuradi, H. T. H., Billy Susanto Panca. 2020. Re-Konfigurasi Channeling Access Point untuk Mengatasi Interferensi dengan Studi Kaus Universitas Kristen Maranatha, Jurnal Strategi Vol. 2, No. 2, Universitas Kristen Maranatha Bandung, pp 233-247.

[5] Hidayat, Nuzulil. 2016. Perancangan dan Implementasi Jaringan Hotspot untuk Akses Internet di SMK ASTA Mitra Purwodadi, Jurnal UMS Vol. 1, No.2, Universitas Muhmmadiyah Surakarta, pp 1-20.

[6] Ardianto, Feby, Bengawan Alfaaresi, R. A. Yuansyah. 2018. Jaringan Hotspot Berbasis Mikrotik Menggunakan Metode Otentikasi Pengguna (user), Jurnal Surya Energy Vol. 2, No. 2, Universitas Muhamadiyah Palembang, pp 166-171.

[7] Putra, Ilham Eka. 2013. Perancangan Jaringan Hotspot Berbasis Mikrotik Router OS 3.3.0, Jurnal Teknoif Vol. 1, No. 1, Institut Teknologi Padang, pp 36-40.

[8] Muhammad, M., Ibrahim Hasan. 2016. Analisa dan Pengembangan Jaringan wireless Berbasis Mikrotik Router OS V. 5.20 di Sekolah Dasar Negeri 24 Palu, Jurnal Elektronik Sistem Informasi dan Komputer Vol. 2, No. 1, Universitas Bandar Lampung, pp 10-19.

[9] Purwanto, Eko. 2015, Implementasi Jaringan Hotspot dengan Menggunakan Router Mikrotik Sebagai Penunjang Pembelajaran, Jurnal INFORMA Vol. 1, No. 2, Politeknik Indonusa Surakarta.

[10] Ginanjar, Helmi Arta. 2016. Analisis dan Perancangan Jaringan Hotspot Srver Berbasis Mikrotik di Gedung Sekolah SMP Negeri 21 Semarang, Jurnal UMS Vol. 2, No.2, Universitas Muhmmadiyah Surakarta, pp 1-20.

[11] Nugraha, M. D. A. 2015. Implementasi Hotspot Server Mikrotik Untuk Cafe, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2, No, 1, Universitas Sanata Dharma, pp 1-78.

[12] Jannaatin, E. D. 2017. Perancangan Jaringan Hotspot Server Berbasis Mikrotik (Studi kasus Di SMKN 1 Panyingkiran). Jurnal Senaski Vol. 1, No. 2, Universitas Komputer Indonesia, pp 1-4.

[13] Maulana, R. A., Sarmidi. 2018. Perancangan Jaringan Hotspot Server Berbasis Mikrotik diGedung Kuliah STMIK SCI Tasikmalaya, Jurnal Jumantaka Vol. 1, No. 1, STMIK DCI Tasikmalaya, pp 41-50.

[14] Hadiyanto, Achmad, Trinugi Wira Harjanti. 2019. Perancangan dan Implementasi Jaringan Berbasis Mikrotik Pada Mts Fatahillah, Jurnal Jl-Tech Vol. 15, No. 2, Mts Fatahillah Jakarta, pp 1-6.

[15] Syahputri, Y. A., Muh. Yamin, LM. F. A. 2017. Analisis Perbandingan RSSI pada Access Point Linksys WAP54G, TP-Link WA5110G dan D-Link DWL-G700AP, Jurnal SemanTIK Vol. 3, No. 1, Universitas Palu Oleo, pp 17-28.

Published

2025-07-22

How to Cite

[1]
E. Safrianti, L. O. Sari, R. Azzahran, and R. R. Q. Y. Putri, “Perancangan Jaringan Hotspot Menggunakan Metode Random Sampling Di SMA Muhammadiyah Bangkinang”, J.Electo, vol. 1, no. 01, pp. 34–44, Jul. 2025.

Most read articles by the same author(s)